4 Perempuan Anak Buruh Berprestasi

Anak Buruh
Fitriani, calon srikandi bulutangkis Indonesia. Kelahiran tahun 1998

Hai Inspirator! Memperingati Hari Buruh ini, Inspirator Freak mau mengajak Inspirator semua untuk tau lebih jauh serba-serbi yang masih ada kaitannya dengan hari buruh. Biasanya, latar belakang keluarga yang orangtuanya berprofesi sebagai buruh mempengaruhi tingkat pendidikan anak-anaknya. Banyak orang menganggap latar belakang ekonomi yang lemah seperti anak dari orang tua buruh melahirkan tingkat pendidikan yang rendah bagi anak-anaknya. Akan tetapi, anggapan itu tidak sepenuhnya benar, kok. 4 sosok perempuan di bawah ini, semuanya merupakan anak buruh, dan menjadi bukti tidak selamanya mereka tidak bisa berprestasi. Berikut profil mereka:

  • Birrul Qodriyyah, Mahasiswa Berprestasi UGM 2013

    Anak Buruh
    Birrul Qodriyah, menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UGM tahun 2013 | Source: ugm.ac.id

    Lulusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini merupakan sosok berprestasi yang inspiratif.  Terlahir di Jetis, Bantul, Jogjakarta dengan orang tua yang bekerja sebagai buruh tidak menyurutkan semangatnya untuk menoreh prestasi. Ia terpilih menjadi Mahassiwa Berprestasi UGM di tahun 2013, mengantarkannya mewakili UGM di kancah Mapres Nasional.

    Kegigihannya menuai prestasi mengantarkannya meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Nasional Paling Inspiratif 2013. Tak hanya itu, masuk ke dalam daftar 100 Young Leader for Indonesia dari McKinsey, lalu juga pernah menjadi presenter di AMSAR International Conference di Bangkok, Thailand menjadi sebagian kecil dari banyak penghargaan yang telah ia dapatkan. Ia pun juga sering diundang untuk menjadi pembicara untuk sharing dan memberi motivasi kepada anak-anak muda. Saat ini, Birrul Qodriyyah aktif sebagai researcher & trainer di almamaternya, serta fokus di forum yang didirikannya yaitu Santri Inspiration Center.

  • Putri Tantri Rahayu, Polwan Berpangkat Bripda

    Bripda Putri, anak buruh yang kini sukses meniti karir di kepolisian | Source: merdeka.com
    Bripda Putri, anak buruh yang kini sukses meniti karir di kepolisian | Source: merdeka.com
    Masuk ke kepolisian ataupun instansi pemerintahan menjadi mimpi besar banyak orang tua bagi anak-anaknya. Putri Tantri Rahayu, anak dari buruh pembuat batu bata berhasil lolos penerimaan Polisi Wanita (Polwan) di Polres Magelang, Jawa Tengah. Pada awalnya, anak dari pasangan Tobai (48), dan Mulyanti (43) ini sempat menolak. Akan tetapi orang tuanya mendukung agar mencoba mendaftar terlebih dahulu.  Dalam proses seleksi, ia sempat minder karena bertemu dengan sejumlah lulusan dari SMA favorit di sana. Akan tetapi, demi orang tua dan adik-adiknya ia tetap keep going dan bersemangat menghadapi seleksi.  Alhasil, tekad kuat Putri Tantri Rahayu berbuah manis, dan ia pun kini menjadi Polwan yang telah berpangkat Bripda di Polres Magelang, Jawa Tengah.
  • Fitriani, Masuk Pelatnas Bulutangkis di Usia 16 Tahun

    Fitriani, calon srikandi bulutangkis Indonesia. Kelahiran tahun 1998 | Source: efekgila.com
    Fitriani, calon srikandi bulutangkis Indonesia. Kelahiran tahun 1998 | Source: efekgila.com
    Usia belia tidak menghalangi Fitriani untuk meniti karir di dunia bulutangkis. Perempuan kelahiran 27 Desember 1998 tersebut telah berhasil mendapatkan satu tempat di pelatnas bulutangkis, pada usia 16 tahun! Bakat dari Fitriani sudah terendus sejak usia dini. Terbukti, di usia belum genap 15 tahun ia telah mengikuti turnamen Singapore International Challenge. Ayah dan Ibunya, yaitu Dede Abdul Rohman dan Eti Sukmiati merupakan buruh cuci baju atlet di klub tempat Fitriani bernaung saat ini yaitu PB Exist. Pengagum pebulutangkis legendaris Susi Susanti ini berharap suatu saat ia dapat menjadi juara dunia bulutangkis. Semoga tekad mulia Fitriani dapat terwujud di masa mendatang.
  • Devi Triasari, Anak Buruh Lulusan Terbaik UNS

    Devi Triasari, Lulusan Terbaik UNS dengan IPK 3.99 | Source: merdeka.com
    Devi Triasari, Lulusan Terbaik UNS dengan IPK 3.99 | Source: merdeka.com
    Meraih IPK 3,99 bukan merupakan prestasi main-main. Itulah yang berhasil dibuktikan oleh Devi Triasari (24), putri pasangan Suwito (62) dan Karinem (62) yang berprofesi sebagai buruh tani dan pembantu rumah tangga. Tekad kerasnya untuk meraih prestasi tertinggi berhasil dibuktikan di program studi Hukum di Universitas Sebelas Maret. Devi, sebelumnya hampir menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dikirim ke Jepang. Akan tetapi akhirnya ia memilih untuk lanjut pendidikan setelah jalan berliku yang ia lalui. Usai lulus SMKN 1 Ngawi di 2010, ia sempat bekerja di perusahaan kontraktor listrik untuk membantuk ekonomi keluarga. Di pekerjaannya itu akhirnya tertarik dengan bidang hukum karena mengurusi kontrak kerja di perusahaan tersebut. Pada tahun 2011, ia memutuskan ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan pilihan di UNS karena lokasi Solo yang cukup dekat dengan Ngawi. Devi berhasil lolos, dan dengan bantuan beasiswa bidik misi ia pun berhasil menjadi mahasiswa berprestasi, menjadi lulusan terbaik UNS dengan IPK 3,99.

Nah itu dia Inspirator, beberapa sosok anak buruh yang mampu menuai prestasi membanggakan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rintangan atau keterbatasan yang ada tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan prestasi lebih baik lagi Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Agung Tyanto Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here