4 organisasi kemanusiaan peduli pengungsi
Foto: www.itv.com

“Perdamaian bukanlah berarti ketidakhadiran peperangan semata; namun, ia adalah sebuah nilai setonggak karakter kebaikan, kepercayaan, dan keadilan sejati.” Baruch Spinoza, filsuf (1632-1677)

Perang dan konflik pecah di berbagai belahan dunia. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mencatat jumlah korban yang harus mengungsi akibat perang dan konflik sudah mencapai 20 juta orang. Menghadapi krisis kemanusiaan ini, sejumlah organisasi kemanusiaan pun turut andil dalam membantu para pengungsi. Berikut 4 Organisasi kemanusiaan peduli pengungsi.

  1. UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees)

4 organisasi peduli pengungsi
Foto: bbj.hu
UNHCR merupakan badan PBB untuk urusan pengungsi pertama kali terbentuk pada awal Perang Dunia ke‐2 untuk membantu orang Eropa yang terpencar karena konflik tersebut. Pada awal abad 21, UNHCR telah membantu berbagai krisis pengungsi terbesar di Afrika seperti di Republik Demokrat Kongo dan Somalia, serta di Asia, terutama dalam permasalahan pengungsi di Afghanistan yang berlangsung selama 30 tahun. Mengutip dari laman BBC.com, Komisioner Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Filippo Grandi, menekankan perlunya tindakan lebih berani untuk membantu meningkatkan jumlah pengungsi yang dimukimkan di negara lain. Menurutnya, krisis pengungsi tak bisa diatasi dengan sekedar menutup perbatasan negara-negara dan mengusir pengungsi serta migran dengan alasan mobilitas penduduk sekarang jauh lebih besar dibandingkan pengontrolan seperti itu

  1. SUAKA

4 organisasi peduli pengungsi
Foto: suaka.or.id
Suaka merupakan jaringan masyarakat sipil sukarela yang beranggotakan individu maupun organisasi yang bekerja bagi perlindungan hak-hak pencari suaka dan pengungsi di Indonesia. Suaka bertujuan untuk perlindungan dan kemajuan hak asasi manusia para pengungsi dan pencari suaka di Indonesia. Selain itu Suaka juga memberikan bantuan hukum, informasi dan pemberdayaan para pencari suaka dan pengungsi untuk mengeakkan hak-hak mereka.

  1. ACT (Aksi Cepat Tanggap)

4 organisasi peduli pengungsi
Foto: www.dakwatuna.com
Sebuah lembaga kemanusiaan global, dengan jangkauan aktivitas yang lebih luas. Jangkauan aktivitas program global sudah sampai ke 22 Negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Indocina dan Eropa Timur. Wilayah kerja ACT di skala global diawali dengan kiprah dalam setiap tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia seperti pengungsi dan gelombang imigran Suriah ke beberapa negara Eropa, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan tim kemanusiaan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa. Dari data yang dihimpun Tim Global Partnership Network (GPN)-ACT sebanyak 1.938.999 pengungsi Suriah sudah berada di Turki, 249.728 berada di Irak, 629.245 berada di Yordania, 132.375 berada di Mesir dan 1.172.153 berada di Libanon.

  1. JRS (Jesuit Refugee Service)

4 organisasi peduli pengungsi
Foto: jrs.org
Yayasan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang didirikan pada 14 November 1980 sebagai jawaban terhadap penderitaan pengungsi asal Vietnam yang berada di Pulau Galang. Selama 30 tahun terakhir, JRS bersama dengan semua pihak yang peduli, menemani, melayani dan membela hak para pengungsi baik mereka yang ada di kamp pengungsian, kawasan perkotaan maupun di rumah-rumah detensi imigrasi. Yayasan JRS Indonesia membuka pelayanan bagi para pengungsi seperti di Timor Barat (1999), Maluku (2000), Aceh dan Sumatera Utara (2001), Jawa Barat, Jawa Tengah serta pengungsi korban bencana di Daerah Istimewa Jogjakarta. Sejak tahun 2009 JRS Indonesia mengambil peran untuk mendampingi para pengungsi lintas batas dan pencari suaka. Yayasan JRS Indonesia pun mendampingi para pencari suaka bangsa Rohingya di Aceh dan Sumatera Utara. Diolah dari berbagai sumber. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

SHARE
Previous articleDesertifikasi, Ancam Keberlangsungan Makhluk Hidup
Next articleMengenal Abellia, Mahasiswi Doktoral yang Memadukan Teknologi dan Pendidikan untuk Membantu Guru di Kawasan 3 T

LEAVE A REPLY