film indonesia

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Chairil Anwar

Halo, Inspirator! Ada yang masih ingat kutipan puisi di atas? Ya, benar. Itu adalah sepenggal puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Aku”. Dikutip dari duniasastra.net, puisi ini memiliki makna yaitu manusia yang tidak akan pernah bisa lepas dari kesalahan dan kita tidak bisa memandang orang hanya berdasarkan baik dan buruknya saja, karena setiap manusia memiliki dua karakteristik itu.

Tepat pada tanggal 28 April ini merupakan peringatan Hari Puisi Nasional, yang mana ditetapkan untuk mengenang sosok penyair puisi kebanggaan Indonesia, Chairil Anwar. Semasa hidupnya, ia telah menciptakan puluhan karya sastra, termasuk 70 diantaranya adalah puisi. Puisi tidak hanya bisa dituangkan melalui tulisan yang kemudian akan dibacakan, namun juga bisa dimasukkan sebagai bagian dari suatu cerita film yang bisa menggambarkan nuansa yang lebih tersirat dan lebih bercerita. Yuk, kita intip film-film apa saja yang mengandung unsur puitis sebagai bagian dari ceritanya.

  1. Istirahatlah Kata-Kata

Istirahatlah Kata-Kata | Sumber: Youtube.com

Film ini menceritakan Wiji Thukul, sosok penyair yang juga merupakan aktivis prodemokrasi yang ditangkap dan hilang saat kerusuhan tahun 1998.  Ia dikenal lewat tulisan-tulisannya yang mengupas kehidupan rakyat kecil dan pahitnya kemiskinan serta penderitaan pada masa Orde Baru kala itu. Melalui film ini, Yosep Anggi Noen, sang sutradara, sebagai pengingat sosok dan karya penyair yang menakutkan pemerintahan lewat kata-katanya, dan hingga sekarang tidak diketahui kabarnya.

Dikutip dari Cnnindonesia.com, inilah sepenggal tulisan Wiji Thukul yang terdengar dibacakan dalam film saat ia berada di Pontianak karena diburu polisi.

Istirahatlah kata-kata/ Janganlah menyembur-nyembur / Orang-orang bisu.
Tidurlah kata-kata / kita bangkit nanti / menghimpun tuntutan-tuntutan / yang miskin papa dan dihancurkan.

  1. Rectoverso

Rectoverso | Sumber : anakfilm.com

Dewi ‘Dee’ Lestari selalu memiliki cara yang indah untuk menggambarkan suatu kisah dalam bentuk karya tulisan-tulisan sastranya. Penulis ini juga berani untuk memfilmkan karyanya itu, salah satunya adalah Rectoverso. Film yang diadaptasi dari bukunya yang juga berjudul Rectoverso ini berisi 5 cerita berbeda yang dirangkai menjadi satu film.

Salah satu kisahnya yaitu berjudul ‘Hanya Isyarat’, menggambarkan tokoh seorang Abang (kakak) yang mengalami rasa ketidakadilan yang terjadi dalam hidupnya, yang digambarkan melalui kata-kata ini, Ingin rasanya aku ikut berlari, berteriak agar kau kembali, mencengkeram bahumu agar kau tahu aku ada di sini. Namun bahasaku tinggal rasa”.

  1. Ada Apa Dengan Cinta

Ada Apa Dengan Cinta? | Sumber : inovasee.com

Salah satu film legenda yang masih terus diingat hingga sekarang ini menceritakan tentang kisah romansa remaja SMA antara Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang juga sama-sama suka menulis puisi. Inspirator tentu masih ingat salah satu puisi ini yang berjudul ‘Tentang Seseorang’.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai /  biar mengaduh sampai gaduh / Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih / Kenapa tak goyangkan saja loncengnya / biar terdera / Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?

  1. Ketika Tuhan Jatuh Cinta?

Ketika Tuhan Jatuh Cinta | Sumber : youtube.com

Film yang juga di adaptasi dari sebuah novel ini menceritakan tokoh Fikri (Reza Rahardian), mahasiswa seniman pasir yang memiliki perjalanan hidup yang penuh lika-liku dan perjuangan, namun tetap berusaha tegar menghadapi segala permasalahannya yang bertubi-tubi karena memiliki iman yang kuat, mulai dari permasalahan dengan kehendak keluarganya hingga percintaannya. Film ini pun juga dibumbui dengan adanya puisi-puisi yang dibuat oleh masing-masing tokoh, salah satunya ialah berikut ini.

Aku menjadi sebait puisi yang kesepian / Semakin ku coba bernyanyi, kian sesak hatiku / Sabda-sabda cintaku / kini serasa tak bermakna lagi / Adalah ketika yang kusanjung tak memiliki arti bahasa hati

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY