3 Startup Asal Malaysia Siap Masuk Pasar Potensial Indonesia

Para startup berpose bersama CEO Yacademy. (Foto: e27.co)

Platform pelatihan pendidikan digital yang berbass di Jakarta, Yacademy memperkenalkan tiga startup asal Malaysia untuk berpartisipasi dalam program mereka Indonesian Market Immersion (IMIP) di Kejora HQ, Jakarta Barat.

Didukung oleh Kejora Ventures dan The Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), IMIP adalah program empat minggu yang menghubungkan para startup dengan pelaku industri di pasar Indonesia. Tujuannya untuk membantu mereka memahami pasar dan fungsi sebagai “soft-landing pad” untuk ekspansi di masa mendatang.

“Tiga startup Malaysia ini yang terbaik untuk visi jangka panjang untuk masuk ke pasar Indonesia,” kata Arne von Looveren, CEO dan founder Yacademy seperti dikutip dari E27.co.

Program ini dimulai di Malaysia dengan sesi pelatihan pribadi dan webinar (web dan seminar) tentang peraturan dan tren bisnis di Indonesia. Setelah webinar, startup datang ke Jakarta untuk bertemu dengan berbagai pemain di industri teknologi lokal dari startups (Lazada, Doku), asosiasi industri (Fintech Asosiasi Indonesia), ruang kerja (Coworkinc), dan sejumlah perusahaan modal ventura.

Bantu.my adalah platform yang membantu menghubungkan freelancer kepada klien yang potensial. Meski di Indonesia sendiri sudah ada platform yang menyediakan layanan yang sama, co-founder Bantu.my, mengatakan Bantu.my dapat memberikan kesempatakan untuk menghubungkan freelancer Indonesia kepada klien di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu Mobiversa adalah platform mobile yang menyediakan aplikasi mobile dan perangkat keras untuk membantu pedagang mengumpulkan pembayaran dari debit dan kartu kredit VISA dan MasterCard. Diluncurkan pada bulan Februari 2016, startup ini sudah berbicara dengan mitra potensial di Indonesia.

Startup yang terakhir adalah Recite Lab. Platform ini adalah aplikasi mobile yang memungkinkan umat Islam untuk berlatih membaca Al-Qur’an dan berkonsultasi kemajuan mereka ke guru secara online. Indonesia adalah tujuan yang tepat bagi startup yang berbasis di Kuala Lumpur ini. Untuk mencapai itu, startup ini sedang dalam pembicaraan kemitraan dengan organisasi-organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama dan Daarul Qur’an.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here