3 Pemuda Kamboja Ciptakan Prototype Pengusir Hama Tikus
Tek Leang Chanthy, Phauk Pauvrachana dan Meas Likun memamerkan penemuan tim mereka di kompetisi makerthon, Phnom Penh. (foto: Cambodia Daily)

Hama tikus kerap menjadi problema bagi para petani, khususnya di negara-negara ASEAN karena mengancam ketersediaan pangan. Menanggapi permasalahan tersebut, tiga pemuda Kamboja menciptakan prototype pengusir hama tikus.

Adalah Rat Hunter, sebuah mesin dari speaker stereo kecil dengan perangkat yang dapat memancarkan suara binatang predator seperti ular hingga mencapai setengah hektar bidang per unit. Tujuannya adalah untuk mengusir tikus keluar dari ladang, lumbung dan gudang tanpa menggunakan pestisida maupun pagar listrik yang justru berbahaya bagi manusia.

“Tidak ada data nasional yang konkret tentang dampak tikus pada tanaman padi di Kamboja. Namun, dari semua hama, petani melaporkan bahwa tikus menyebabkan kerusakan tertinggi, terutama untuk musim padi kering,” ujar Leang Chanthy, anggota tim seperti dikutip dari The Cambodia Daily.

Dari pekerjaannya di sektor pertanian, Chanthy, menyadari bahwa petani bisa mendapatkan keuntungan dari inovasi teknologi yang menjawab tantangan sosial dan ekonomi. Idenya adalah relatif sederhana yaitu membangun perangkap tikus yang lebih baik. Bersama kedua temannya, Chanthy pun menciptakan Rat Hunter.

“Tikus memiliki pendengaran yang sangat sensitif dan dapat mendengar dari 200 hertz sampai 90 kilohertz. Kami tidak berpikir itu akan menjadi masalah besar karena mereka akan lebih memperhatikan suara predator mereka,” lanjutnya.

Mereka pun mengujinya di sawah bersama petani dan telah mengakuisisi sekitar selusin subjek tes-tikus. Rat Hunter ciptaan tiga pemuda Kamboja ini kemudian diikutkan pada kompetisi regional, Makerthon yang diselenggarakan oleh Southeast Asia Makerspace Network (Seamnet) pada agustus lalu. Prototype ini pun berhasil mengesankan para juri dan mengalahkan 12 tim lainnya serta keluar sebagai pemenang. Prestasi ke-tiga pemuda Kamboja ini patut diapreasiasi karena dapat memberikan solusi bagi permasalahan petani Kamboja.

Semoga hal ini mendorong inovator-inovator muda Indonesia mencipatakan inovasi yang memiliki dampak sosial.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY