Negara ASEAN Batasi Tempat Berburu Pokemon Go
Foto: www.runnersworld.com

Kepopuleran game berbasis augmented reality, Pokemon Go, tak hanya melanda Indonesia tetapi juga negara-negara ASEAN lainnya. Salah satunya Vietnam. Sejak diluncurkan di Vietnam, ratusan ribu user sudah mengunduh game ini. Namun, ditengah hiruk pikuk warga yang berburu Pokemon Go, Kementerian Komunikasi dan Informasi Vietnam mengeluarkan pernyataan larangan berburu Pokemon Go di area kantor pemerintahan dan lokasi pertahanan.

“Permainan ini tidak berlisensi dan orang-orang seharusnya tidak bermain di dekat atau di dalam area kantor negara, situs militer, pertahanan nasional dan daerah terlarang lainnya”. katanya, seperti dikutip Reuters.

Larangan ini tentu beralasan karena user yang terlalu asyik dalam permainan kemungkinan mengalami kesulitan di beberapa tempat. Bahkan berisiko kehilangan informasi pribadi dan mendorong terjadinya tindakan kriminal.

Dari negara tetangganya, Kamboja melarang para pemain Pokemon Go untuk berburu di sekitaran kawasan bekas penjara dan pusat tempat penyiksaan Khmer Rouge yang telah diproklamirkan sebagai Museum Genosida. Selain Vietnam dan Kamboja, Thailand juga melakukan pembatasan tempat tertentu seperti Royal Palace, kuil Buddha dan rumah sakit di luar batas untuk pemain Pokemon Go.

Hal tersebut merupakan upaya pencegahan terjadinya masalah fatal lain yang kerap kali terjadi kepada para pemburu pokemon yang tengah asik memainkan game tersebut. Bagaimana di Indonesia? Tentu saja penggunaan game Pokemon Go haruslah bijak sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sumber : Reuters

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Editor   : Nindya Kharisma Cahyaningtyas

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY