3 Fakta Di Balik Kepopuleran Fidget Spinner

Foto: Youtube.com

Akhir-akhir ini, permainan fidget spinner sedang naik daun. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa banyak juga lho yang akhirnya penasaran dan ikut bermain. Mainan berbentuk piringan cakram dan berukuran kecil ini memiliki dua atau tiga bearing yang membuatnya bisa berotasi. Cara memainkannya pun mudah. Inspirator hanya perlu memegang bagian porosnya dengan jempol dan jari tengah atau jari manis, lalu putar benda tersebut dengan menggunakan jari yang lain. Gampang banget kan?

Ternyata, di balik kepopuleran fidget spinner saat ini, ada beberapa fakta yang belum diketahui banyak orang, lho! Yuk disimak!

1. Sudah ditemukan sejak tahun 1993

Foto: Asseenontvandbeyond.com

Meskipun baru ngetren belakangan ini, fidget spinner sebenarnya telah ada sejak tahun 1993. Penemunya berrnama Catherine Hettinger yang pada saat itu menderita penyakit otot sehingga tidak dapat bermain dengan putrinya. Kemudian, ia mendapat ide untuk membuat mainan seukuran telapak tangan yang dapat berputar agar ia tetap menemani putrinya bermain.

Selain itu, ia juga membuatnya untuk membantu anak-anak berkonsentrasi terutama bagi penderita ADHD. Bagi yang belum tahu, ADHD atau Attention Deficient Hyperactivity Disorder adalah kelainan perilaku yang ditandai dengan konsentrasi yang sangat buruk, kesulitan mengendalikan perilaku, bersikap pasif, atau hiperaktif.

2. Kisah sedih penemu fidget spinner

Catherine Hettinger (Foto: classicspinner.com)

Saking populernya, Wall Street Journal bahkan menyebut fidget spinner sebagai mainan yang wajib dimiliki tahun ini. Sayangnya, kesuksesan mainan ini tidak diikuti oleh sang penemu. Ia tidak dapat menikmati hasil dari penemuannya.

Cathrine sebenarnya telah mematenkan fidget spinner pada tahun 1993. Namun, pada tahun 2005 masa hak patennya habis dan ia tidak memiliki dana sebesar USD 400 atau sekitar 5,3 juta untuk memperpanjangnya.

3. Dicekal di beberapa negara

Foto: Youtube.com

Tujuan awal adanya mainan ini memang untuk meningkatkan daya konsentrasi. Sayangnya, saat ini banyak yang memainkannya di waktu dan tempat yang salah sehingga malah bisa mengganggu konsentrasi. Beberapa sekolah seperti di negara Inggris, Malaysia dan Singapura pun telah melarang siswanya untuk membawa mainan ini ke dalam kelas.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here