13 Pengembang Software Indonesia Akan Unjuk Kemampuan di Jerman

pengembang software

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) bersinergi untuk memfasilitasi 13 industri pengembang perangkat lunak (software) dan konten untuk mengikuti pameran komputer internasional yaitu Centrum for Boroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation (Cebit) 2017 di Hanover, Jerman.

Pameran ini akan berlangsung selama 5 hari pada 20-24 Maret 2017. Sebanyak 3.000 peserta dari 70 negara dan 200.000 pengunjung dari 100 negara ditargetkan akan meramaikan pameran ini.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pihaknya bersama dengan Bekraf akan bersama-sama bersinergi memfasilitasi pelaku industri software dalam negeri dalam memamerkan karyanya.

“Indonesia sebagai satu negara dengan penduduk 250 juta sudah seharusnya eksis di dalam pameran Cebit ini, dan kami sudah ikuti sejak dari 2011, dan kami selalu membawa produk baru dari industri software,” ujar Putu.

Ia melanjutkan, keikutsertaan pada pameran Cebit 2017 merupakan momen yang tepat dalam mempromosikan produk-produk industri elektronika dan telematika, utamanya produk software, konten game dari pelaku industri software yang sudah mapan di Indonesia.

Beberapa peserta Indonesia di antaranya PT Data Aksara Matra, PT Solusi 247, PT Andaru Sakra Karsa (Cybermantra), PT Tata Sarana Mandiri, Icon + dan Agate Studio, Indigo Creative Nation, PT Digi Pedia Indonesia, dan PT. Mitra Konsultansi Indonesia. Peserta pameran terpilih melalui tahap seleksi “Open Call for CeBIT 2017” sejak 6 Februari lalu.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here