12 penulis asean dan jepang residensi
Okky Madasari, Direktur Program ALF 2016 (foto: ifa)

Masalah politik dan perbatasan kerap menjadi ancaman konflik antar negara yang terbuka lebar. Oleh karenanya, interaksi dan pemahaman lewat dialog, dan saling mengenal satu sama lain kemudian menjadi sangat penting dan dibutuhkan. Beranjak dari pandangan tersebut serta keinginan untuk menjalin hubungan baik antar penulis di ASEAN dan negara sahabat, ASEAN Literary Festival (ALF)  2016 memulai program baru bertajuk ASEAN-Japan Residency Program. Program residensi yang didukung penuh oleh Japan Foundation  ini melibatkan 12 penulis terpilih yang nantinya akan tinggal bersama selama satu minggu, dan dilanjutkan dengan keikutsertaan aktif selama  festival berlangsung. “Residensi dirancang dalam bentuk tinggal bersama masyarakat di sebuah kampung di Jakarta untuk memberi kesempatan pada penulis mengenal dan mengalami langsung kehidupan masyarakat ASEAN,” ujar Okky Madasari, Direktur Program ALF 2016, Jumat (22/04/2016), di Jakarta.

12 penulis asean dan jepang residensi
Okky Madasari, Direktur Program ALF 2016 (foto: ifa)
Di samping itu, Okky berharap proses interaksi dan saling mengenal satu sama lain ini akan menjadi inspirasi buat penulis sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang merefleksikan masalah yang ada di masyakarat dalam semangat kemanusiaan. Setelah melalui proses seleksi yang berlangsung selama satu bulan, 12 penulis terpilih tersebut yakni  Sebastian Partogi, Muhammad Rio Johan, Pringadi Abdi Surya, Guntur Alam, Christanto Senda (Indonesia), Heng Oudom (Kamboja), Quratul-Ain Bandial (Brunei Darusalam), Stephanie Ye (Singapura), Ha Trang Van (Vietnam), Ridhwan Saidi (Malaysia), Kristian Sendon Cordero (Filipina), dan Zelia Vital (Timor Leste),  serta Akina Shu (Jepang). Selama masa residensi, para peserta akan menjalani sejumlah program, antara lain pemaparan akan  negara asal masing-masing, berbagi ilmu dan pengetahuan khususnya dalam hal menulis karya sastra, pertukaran seni budaya, serta keahlian lainnya yang berkaitan dengan teknologi. Selain itu, program residensi juga mengajak peserta untuk peduli dengan lingkungan sekitar khususnya area Kampung, serta terlibat dalam aksi bersih Kali Ciliwung. Di luar itu, peserta juga akan dibawa serta mengenal beberapa tempat wisata dan memiliki sejarah menarik yang ada di kota Jakarta. Program Residensi pertama ini diharapkan dapat menjadi program percontohan yang nantinya akan terus berkelanjutan, dan kemungkinan untuk digelar di negara lain di masa yang akan datang. Program residensi pertama ALF 2016 ini akan berlangsung di Kampung Muara, Jakarta mulai dari tanggal 29 April hingga 4 Mei 2016, diikuti kemudian dengan gelaran ASEAN Literary Festival di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 5 hingga 8 Mei 2016. Untuk informasi lebih lengkap mengenai ASEAN Literary Festival dan program residensi bisa mengunjungi website resmi di www.aseanliteraryfestival.com. Keep Breathing, Keep Inspiring! Inspirator Freak

SHARE
Previous articleDi Era Digital Semua Orang Adalah Sutradara
Next articleSosok Pemuda Indonesia Dibalik Hari Puisi Nasional

LEAVE A REPLY