10 Usaha Sosial Muda Luncurkan Kampanye Tahun 2019

Dokumentasi Pribadi: Walvenardo

Jakarta, 23 Maret 2019. Dari tangan bionik yang dikendalikan gelombak otak sampai barang-barang fesyen dari bekas seprai hotel, 10 finalis Young Changemakers Social Enterprise (YCSE) Academy telah menunjukkan kemampuan sebagai pelaku usaha sosial di Indonesia yang andal. Datang dari 10 kota di seluruh Indonesia, para finalis berkesempatan mempresentasikan usahanya kepada staf @america dan Kedutaan Besar Amerika Serikat, sesama pelaku usaha sosial, impact investors, media, dan lainnya, sebelum berkesempatan meluncurkan usahanya dalam satu tahun ini. Program ini dimulai sejak Januari saat anggota YSEALI diajak untuk menghadiri empat coaching class yang juga disiarkan langsung di internet. Coaching class tersebut menghadirkan David Christian dari Evoware, Helga Angelina dari Burgreens, Ivan Sandjaja dari Global Entrepreneurship Network Indonesia, Azalea Ayuningtyas dari Du’Anyam, and Romy Cahyadi dari Instellar. Kelas-kelas tersebut membahas pengalaman mereka sebagai pelaku usaha sosial sekaligus materi pendidikan YSEALI. Seluruh peserta yang hadir ditantang untuk mendaftarkan diri ke program, agar berkesempatan mengikuti intensive mentoring dan bootcamp di Bandung dan dapat meluncurkan usaha sosialnya secara eksklusif di @america.

Ada lebih dari 100 usaha sosial yang mendaftarkan diri ke program dan berhasil melewati proses seleksi yang sulit ke 20 besar. Berikutnya, 10 finalis ini terpilih dari satu minggu proses public votingyang diikuti oleh lebih dari 2000 partisipan. 10 usaha sosial ini sendiri diinisiasi oleh anak muda pelaku usaha sosial dari seluruh Indonesia dan bergerak dalam beragam bidang, seperti lingkungan, pengembangan masyarakat desa dan perempuan, disabilitas, kesehatan, dan lainnya.

“Acaranya sangat bermanfaat bagi usaha sosial, baik yang baru mulai atau sudah berjalan, untuk bisa semakin berkembang. Pelatihannya membahas semua sisi, dari segi produk, impact, danbusiness development. Acaranya juga penuh sama pelatihan yang dibimbing langsung sama ahlinya, enggak membosankan, justru malah sangat menyenangkan dan interaktif, terus juga dapat feedbackyang membangun,” ujar Maudina Tri Hartasya, salah satu finalis dari Pontianak yang menggagas usaha sosial Papon – #GameForTourism.

Acara ini juga menyajikan panel diskusi yang dihadiri oleh Sean McKee (Economic Assistant, Entrepreneurship and Infrastructure (Economic Section) di Kedutaan Besar Amerika Serikat), Jed T. Dornburg (@america Director & Deputy Cultural Attaché di Kedutaan Besar Amerika Serikat), Benedikta Atika (Impact Investment Lead di ANGIN), Helga Angelina (Co-Founder Burgreens,) Stephanie Arifin (Director di PLUS), dan dimoderatori oleh William Gondokusumo (CEO Campaign). Panel diskusi ini membahas kondisi usaha sosial di Indonesia saat ini dan pengalaman mereka sebagai pelaku usaha sosial. Harapannya, hal ini bisa menginspirasi anak muda untuk berani menjadi pelaku usaha sosial.

“Para pemenang program ini sekarang jadi bagian dari komunitas ini bersama Campaign, PLUS, danlainnya. Jadi mereka bisa terus belajar dari proses yang ada, berkonsultasi dan dapat pelatihan, supaya program mereka bisa lebih maju. Kami juga akan tetap jalin relasi dengan semua peserta disini lewat program -program kepemimpinannya YSEALI, supaya mereka bisa terus membimbing orang lain, akan terus kembali ke kami dengan ide dan konsep baru, dan lebih banyak pelajaran baru,” jelas Jed T. Dornburg, Direktur @america dan Deputi Bidang Kebudayaan di Kedutaan Amerika Serikat.

Para panelis juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung 10 finalis yang kemudian akan berkesempatan meluncurkan usaha sosialnya masing-masing. Masyarakat juga dapat menjadi bagian dari pertumbuhan usaha sosial di Indonesia dengan berpartisipasi di kegiatan YCSE Academy selanjutnya, dan bergabung dengan komunitas #BeSociopreneur di www.campaign.com/besociopreneur.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here