Ilustrasi: imamprayuda.wordpress.com

Mendapatkan beasiswa memang menjadi incaran bagi hampir seluruh kalangan pelajar di Indonesia. Selain meringankan beban finansial, memperoleh beasiswa juga jadi pengakuan lebih bagi penerimanya. Soalnya mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki prestasi yang patut diperhitungkan. Tak jarang juga mereka yang mendapat beasiswa memiliki peluang untuk mendapatkan kerja lebih mudah nantinya. Sayangnya, seringkali ada beberapa hal yang kurang diperhatikan para pelamar beasiswa sehingga setelah beberapa kali aplikasi, hasilnya masih saja ditolak. Apakah Inspirator pernah aplikasi beasiswanya ditolak? Atau Inspirator baru ingin mengajukan beasiswa? Tenang, kali ini IF akan membahas tips dan trik yang harus Inspirator ikuti agar aplikasi beasiswa kamu berpeluang besar untuk diterima. Simak baik-baik, ya.

  1. Ketahui Tujuan dari Beasiswa yang Kamu Incar

Ilustrasi | sumber: blogs.uw.edu
Ilustrasi | sumber: blogs.uw.edu
Pelajari dan identifikasi tujuan si pemberi donor beasiswa. Orang seperti apa yang ingin mereka bantu? Umumnya mereka adalah kandidat yang paling memenuhi persyaratan sponsor secara formal maupun non-formal. Teliti dan cari informasi secara tentang tujuan sponsor dalam memberikan beasiswa.  

  1. Organisasi yang Kamu Ikuti Jadi Nilai Plus

Ilustrasi | sumber: onlineathens.com
Ilustrasi | sumber: onlineathens.com
Bagi kamu yang senang berorganisasi, lanjutkan dan pertahankan kesukaan tersebut. Soalnya kamu bakal terlihat lebih menonjol di mata pemberi beasiswa karena kehidupan di luar akademik kamu juga bagus. Nyatanya banyak dari para pendonor ternyata juga mempertimbangkan kegiatan non-akademik para pelamar beasiswa.  

  1. Watch the Deadline!

Ilustrasi | sumber: playmear.com
Ilustrasi | sumber: playmear.com
Untuk yang ingin mengirim berkas lamaran beasiswa ke lebih dari satu instansi, poin satu ini penting untuk diperhatikan. Bisa jadi karena terlalu banyak kamu malah salah hari saat mengirimkan berkas. Hindari hal ini dengan menandai kalender kamu tanggal masing-masing deadline untuk tiap berkas. Kamu bisa beri tanda merah untuk hari-H, dan tanda hitam untuk H-seminggu pada kalender kamu. Usahakan untuk menyelesaikan berkas pada tanggal yang diberi tanda hitam, ya.  

  1. Koreksi dan Evaluasi Berkas

Ilustrasi | sumber: wisegeek.com
Ilustrasi | sumber: wisegeek.com
Jika semua berkas sudah rampung, jangan malas untuk memeriksa kembali. Beberapa hal yang perlu diteliti lagi adalah alamat yang ditulis, nama beasiswa, nama koordinator, dan tak lupa periksa juga esai yang kamu buat. Apakah header esai telah memenuhi standar format? Ingat, komite beasiswa biasanya tidak mempertimbangkan aplikasi beasiswa yang memiliki banyak kesalahan. Pastikan semuanya telah diverifikasi dengan benar, ya!  

  1. Try Again and Never Give Up!

Ilustrasi | sumber: opera.com
Ilustrasi | sumber: opera.com
Mungkin kamu pernah mengalami saat-saat mencari beasiswa yang cocok buat kamu di depan laptop selama berjam-jam dan belum mendapatkan satu pun yang sesuai. Jangan putus asa! Kamu bisa berhenti mencari di hari itu, lalu lanjut lagi keesokan harinya. Kalau kamu semakin gigih dan tekun mencari yang cocok, maka peluang yang kamu miliki semakin banyak.  

  1. Belajarlah Manajemen Waktu dan Lingkungan

Ilustrasi | sumber: healthination.com
Ilustrasi | sumber: healthination.com
Waktu dan lingkungan yang lebih terorganisir akan membantu kamu konsentrasi pada aplikasi beasiswa yang dituju. Hal tersebut membuat kamu lebih mudah membunuh waktu luang dan memenuhi tenggat waktu.  

  1. Buat Daftar Prestasi dalam Sebuah Resume

Ilustrasi | sumber: kyliechown.com.au
Ilustrasi | sumber: kyliechown.com.au
Informasi pribadi kadang memang sulit diingat, tapi daftar prestasi yang pernah kamu raih penting untuk diperhitungkan sebagai nilai lebih yang akan menarik si pemberi beasiswa. Sertakan juga rekomendasi dari seseorang yang berpengaruh.  

  1. Tulis Esai dengan Contoh Konkret

Ilustrasi | sumber: skipprichard.com
Ilustrasi | sumber: skipprichard.com
Hindari penggunaan informasi abstrak. Misalnya, daripada menulis esai abstrak tentang relawan di perguruan tinggi, lebih baik tulis pengalaman kamu sebagai relawan di perguruan tinggi. Pihak pendonor ingin mengenal kamu dan pengalamanmu, bukan cerita abstrak.  

  1. Check and Recheck

Ilustrasi | sumber: shutterstock.com
Ilustrasi | sumber: shutterstock.com
Periksa kembali persyaratan kelayakan yang dituntut. Berapa IPK atau nilai rata-rata rapor yang dibutuhkan? Berapa batas usia pelamar? Apa saja pengalaman yang dibutuhkan? Jangan malas untuk mengecek kembali.  

  1. Hati-hati Penipuan!

Ilustrasi | sumber: prlog.org
Ilustrasi | sumber: prlog.org
Semakin banyaknya pemburu beasiswa, semakin banyak pula oknum-oknum yang memanfaatkan celah ini untuk melakukan penipuan. Kalau salah satu persyaratan pengajuan beasiswa adalah membayar sejumlah dana tertentu, wajib dicurigai, tuh. Tapi, terkadang penipuan tidak hanya meminta uang, bisa juga data pribadi. Pastikan terlebih dahulu nomor kontak atau alamat yang tertera di website atau brosur. Kemudian telepon ke nomor yang tertera itu. Jika masih kurang yakin, datangi langsung tempat yang disebutkan. So, buat Inspirator yang mau masuk universitas atau yang sebentar lagi lulus dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, teruslah bersemangat untuk mengejar beasiswa di dalam dan luar negeri. Tunjukkan kalau kamu layak mendapatkannya! If you can dream it, you can achieve it. Keep Breathing Keep Inspiring! Sumber: uad.ac.id & Edukasi.kompas.com   Penulis : Lisa Angelia Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

SHARE
Previous articleSekelumit Perjalanan Hidup Seorang Perantau Minang di Negeri Seberang
Next articleTiga Makanan Kamboja yang Wajib Kamu Coba

LEAVE A REPLY